![]() |
Foto. Internet |
Bila kita melihat kenyataan di dalam kehidupan saat ini, banyak hal-hal yang membuat kita semakin kesal, bingung, marah, dan sebagainya. Karena banyak persoalan-persoalan yang sangat beraneka ragam di sekeliling kita sehingga membuat miris.
Sehingga muncullah perasaan ingin menyerah, merasa tidak adil, namun perlu dipahami bahwa ada bahasa "Tidak semua hari berjalan dengan baik, tapi selalu ada hal-hal baik di setiap harinya" Dalam artian kita harus terus syukuri setiap rangkaian kehidupan.
Meneliti hakikat tiap perkara merupakan langkah awal bagi seseorang dalam melakukan pembinaan diri yang menjadi kewajiban hidup manusia. Meneliti hakikat tiap perkara adalah kondisi batin yang siap mempelajari asal muasal apapun di kehidupan ini.
Tiap benda mempunyai pangkal dan ujung dan tiap perkara mempunyai awal dan akhir, maka orang yang mengetahui dan memahami bisa lebih bijak dalam bertindak.
Semua yang perilaku atau perbuatan seseorang tentu ada awal penyebabnya, datang dengan tidak sendirinya. Kalau saja kita sudah menelaah baik-baik yang ada di dalam diri, memeriksa setiap kekurangan yang ada dalam diri, maka saya rasa tidak mungkin terjadi hal yang tidak kita inginkan. Sebelum kita menilai orang lain, terutama kekurangan yang dimilikinya, maka kewajiban kita untuk melihat ke dalam diri sendiri. Kita harus dapat meneliti hakikat tiap perkara di dalam menghadapi segala macam roda-roda kehidupan yang saat ini kita sedang jalankan!
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia", adalah bunyi Surat Ar-Rum ayat 41.
Saya kira ini berlaku juga dalam perkara peribadi kita apa yang menimpah kita saat ini, tidak jauh dari perbuatan kita yang menjadi sebab akibat.
Memeriksa kekurangan pada diri sendiri dan tidak menyerang kekurangan yang ada pada orang lain menjadikan kehidupan seseorang menjadi lebih tenang, lebih damai, tanpa ada beban yang memberatkan.
Memeriksa diri lebih penting untuk menilai kekurangan diri sendiri daripada menilai kekurangan pada orang lain.Dengan memeriksa diri sendiri, kita akan mengetahui sejauh mana kekurangan yang dimilikinya. Sehingga, bila sudah mengetahui kekurangan tersebut, akan lebih mudah untuk memperbaikinya dan selanjutnya dapat menjalankan kehidupan dengan sebaik-baiknya.
Yang pada intinya hakikat kehidupan memang merupakan perjalan yang penuh tantangan dan rintangan yang mana hal itu tidak untuk dihindari tapi untuk dilewati.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya".Hal ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al Baqarah ayat 286
Setiap kejadian akan ada hikmah besar didalamnya. “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” terdapat Q.S. Al-Insyirah: ayat 5-6.
Penulis :Muhammad Yahya, S.H (Penyuluh Agama Islam KUA Penrang)