Iklan

/

Iklan

Sebagai Rasa Syukur, Masyarakat Nelayan Pesisir Aceh Barat Lakukan Kenduri Laot

Redaksi Mimbar.News
Kamis, 24 Maret 2022, 19:50 WIB Last Updated 2022-03-24T12:50:52Z

 

Kenduri laot yang dilaksanakan oleh Lembaga Hukum Adat Laot dan para nelayan tersebut dilaksanakan di jalan Sudirman desa Pasar Aceh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. (Foto:Muhibbul Jamil/mimbarnews) 


Mimbar.News, Meulaboh - Masyarakat nelayan pesisir Aceh Barat melakukan kenduri Laot yang merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya, kegiatan ini sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang di berikan  dari hasil yang diperoleh dari melaut selama ini. 


Kenduri laot yang dilaksanakan oleh Lembaga Hukum Adat Laot dan para nelayan tersebut dilaksanakan di jalan Sudirman desa Pasar Aceh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Kamis (24/03/2022). 


Kenduri Laot  atau sering disebut dengan Adat Laot merupakan tradisi masyarakat pesisir di Provinsi Aceh, "peringatan kenduri laot yang dilaksanakan pada setiap tahun bertujuan untuk memperkuat eksistensi Lembaga Hukom Adat Panglima Laot,"ungkap Sekda Marhaban saat mebacakan pidato Bupati Aceh Barat.


Marhaban juga mengatakan, Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan yang dilaksanan oleh panglima laot ini, khanduri laot merupakan tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun temurun dan telah ada sejak dulu di Aceh, termasuk di Kabupaten Aceh Barat. 


"Kegiatan ini merupakan salah satu wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan nikmat yang telah kita terima, terutama dalam memanfaatkan hasil sumber daya laut untuk kehidupan kita sehari-hari," lanjutnya. 


Selain itu, katanya, pelaksanaan khanduri laot juga merupakan sebuah momentum penting yang dapat dimaknai sebagai wadah dalam memperkuat jalinan silaturahmi, harmonisasi sosial dan kekompakan bagi sesama masyarakat nelayan di Aceh Barat. 


"Maka dalam hal ini, kami mengajak para nelayan dan masyarakat untuk terus mempertahankan tradisi khanduri laot sebagai salah satu identitas diri yang telah mengakar pada masyarakat pesisir, serta kental dengan nilai-nilai adat, budaya dan kearifan local," ajak Sekda Marhaban. 



Selaras dengan itu, Ketua MAA Kabupaten Aceh Barat, Tgk H. Mawardi Nyakman, dalam sambutannya mengatakan Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada panglima laot dalam rangka syukur kita kepada Allah atas nikmat dan RahmatNya yang kitadapatkan dan berharap lembaga adat panglima laot tetap solid dan terus membangun komunikasi dengan pihak lain. 


Sebagai ketua MAA, ia merasa senang dan tarharu kepada para nelayan yang ada di pantai barat, hari ini berkumpul bersama seluruh panglima laot, bersilaturahmi, dalam satu wadah lembaga kukum adat panglima laot. 


"Laut ini luas, dan bila kita ambil pelajaran padanya sangat banyak, sebagaimana luasnya lautan itu, menerima apa saja yang turun kelaut, ini salah satu kehebatan yang dimiliki lautan, tetapi yang dia terima tentunya tidak semua kebaikan, ada juga yang buruk tapi akan disortir, mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan keburukan pasti akan ditolak kembali ke daratan, begitulah filosofi laut yang harus kita jadikan instropeksi bersama,"ucap Tgk Mawardi. 


Lebih jauh Ia berharap kedepan lembaga hukum adat panglima laot ini bisa lebih bersinergi dengan pemerintah kabupaten dalam rangka peningkatan pemahaman adat dan hukum bagi para nelayan. 


Dirinya juga menuturkan bahwa kenduri laot ini adalah sebuah nilai ibadah disisi Allah SWT, karena bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah dan dibarengi dengan kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat antaranya ada rateb Siribee, santunan anak yatim, pengajian kitab suci alquran dan pada hari ini bisa berkumpul disini melakukan doa bersama serta bersilaturrahmi dalam kenduri rakyat.


"Aceh barat juga salah satu daerah yang banyak kandungan sumber daya alamnya,  ini merupakan anugerah Allah untuk daerah kita, ini semua tentu karena Allah telah menanamkan iman dan taqwa kepada rakyat kita, dan ini patut kita syukuri bersama,"sambungnya.


Disamping itu Tgk Mawardi, juga mengharapkan tidak ada narkoba pada lembaga adat laot, kepada para nelayan, “kita mencari rezeki untuk keluarga” dengan niat lillahi taala. 


Melalui momentum ini juga ia mengajak seluruh elemen, untuk selalu beribadah kepada Allah agar senantiasa diberikan rahmat dan nikmat yang tercurahkan kepada masyarakat kita dan pada para nelayan kita, bila ingin selalu makmur dan diberkahi maka harus beriman dan bertakwa kepada Allah. 


Disamping itu, Panglima Laot laot  padang sirahet mengajak para pemangku kepentingan agar ikut bersama-sama melestarikan  hokum adat sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah sesuai Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat. 


"Secara garis besar, Panglima Laot mempunyai peran untuk menjaga Hukom Adat Laot, salah satu tugasnya menentukan hari pantang melaut bagi para nelayan," pungkasnya.(Muhibbul Jamil/mimbarnews) 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sebagai Rasa Syukur, Masyarakat Nelayan Pesisir Aceh Barat Lakukan Kenduri Laot

Terkini

Iklan

Close x